Wawasan Majene – Suasana penuh kebersamaan dan nuansa budaya bahari mewarnai Pesta Nelayan di Lingkungan Tamo, Kabupaten Majene. Kegiatan yang menjadi wujud syukur masyarakat pesisir atas hasil laut tersebut turut dihadiri Bupati Majene, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi dan budaya bahari.
Pesta nelayan ini digelar dengan melibatkan masyarakat setempat, tokoh adat, tokoh agama, serta para nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari laut.
Tradisi Syukuran atas Rezeki Laut
Pesta nelayan merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir Majene sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang melimpah serta keselamatan para nelayan selama melaut.
Rangkaian kegiatan diisi dengan doa bersama, prosesi adat, serta berbagai pertunjukan seni yang mencerminkan kearifan lokal dan identitas budaya bahari masyarakat Majene.
Kehadiran Bupati Perkuat Dukungan Pemerintah Daerah
Kehadiran Bupati Majene dalam kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada warga Lingkungan Tamo yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi budaya bahari di tengah perkembangan zaman.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendukung kegiatan-kegiatan budaya yang menjadi identitas daerah sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Tradisi seperti pesta nelayan ini bukan hanya bentuk syukur, tetapi juga warisan budaya yang harus kita jaga bersama,” ujar Bupati Majene.

Baca juga: BPBD Sulbar Korem 142/Tatag Koordinasi Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem
Pelestarian Budaya Bahari sebagai Identitas Daerah
Pesta nelayan dinilai memiliki nilai penting dalam memperkuat identitas budaya bahari Kabupaten Majene. Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya lokal.
Pemerintah daerah mendorong agar tradisi bahari terus dilestarikan dan dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan budaya sekaligus potensi pariwisata daerah.
Pererat Kebersamaan dan Solidaritas Masyarakat
Selain nilai budaya, pesta nelayan juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial antarwarga. Masyarakat berkumpul, bergotong royong, dan berbagi kebahagiaan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Kebersamaan ini dinilai sebagai modal sosial penting dalam membangun daerah, khususnya masyarakat pesisir yang memiliki tantangan tersendiri dalam kehidupan sehari-hari.
Harapan untuk Kesejahteraan Nelayan
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Majene juga menyampaikan harapan agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut serta kesejahteraan yang semakin meningkat. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya mendukung sektor kelautan dan perikanan melalui berbagai program pemberdayaan nelayan.
Pesta nelayan di Lingkungan Tamo pun diharapkan dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai simbol rasa syukur, kebersamaan, dan pelestarian budaya bahari di Kabupaten Majene.





