Wawasan Majene – Proyek pembangunan jalan di Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, yang menelan anggaran hingga Rp44 miliar, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, belum genap satu bulan selesai dikerjakan, kondisi jalan tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan dan bergelombang, bahkan oleh warga setempat diibaratkan menyerupai “jalan kote” atau jalan bergelombang tajam.
Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat yang mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek infrastruktur bernilai puluhan miliar rupiah tersebut.
Jalan Baru Namun Sudah Bergelombang
Pantauan di lapangan menunjukkan permukaan jalan di sejumlah titik tampak tidak rata, bergelombang, dan mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan struktur. Padahal, jalan tersebut baru saja rampung dikerjakan dan diharapkan menjadi akses vital penunjang mobilitas warga serta aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Rangas dan sekitarnya.
“Ini jalan belum lama selesai, tapi sudah seperti ini kondisinya. Kalau hujan, makin terasa bergelombangnya,” ujar salah seorang warga Rangas.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengendara, terutama pengendara roda dua yang melintas pada malam hari.
Anggaran Besar Jadi Pertanyaan Publik
Nilai proyek yang mencapai Rp44 miliar membuat masyarakat semakin mempertanyakan mutu pekerjaan. Warga menilai, dengan anggaran sebesar itu, seharusnya kualitas jalan dapat bertahan lama dan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.
“Kalau anggarannya kecil mungkin masih bisa dimaklumi, tapi ini puluhan miliar. Baru sebentar sudah rusak,” ungkap warga lainnya dengan nada kecewa.
Sorotan publik pun mengarah pada proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek tersebut.

Baca juga: Dukung Gerakan Majene Bersih, Pj Desa Adolang Pimpin Kerja Bhakti
Dugaan Kualitas Pekerjaan Disorot
Sejumlah pihak menduga kerusakan dini ini bisa disebabkan oleh kualitas material, metode pengerjaan, atau kurang optimalnya pengawasan saat proyek berlangsung. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab pasti kerusakan jalan tersebut.
Masyarakat berharap instansi teknis terkait segera turun langsung melakukan pengecekan agar diketahui apakah kerusakan ini masih dalam masa pemeliharaan atau masuk kategori kegagalan konstruksi.
Warga Desak Evaluasi dan Tanggung Jawab Kontraktor
Warga Rangas mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk mengevaluasi proyek secara menyeluruh serta meminta kontraktor pelaksana bertanggung jawab atas kondisi jalan yang dinilai jauh dari harapan.
Mereka juga meminta agar jalan tersebut segera diperbaiki sebelum kerusakan semakin parah dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Jangan tunggu rusaknya makin parah baru diperbaiki. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.
Pemerintah Diminta Transparan dan Bertindak Cepat
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersikap transparan dalam menyikapi persoalan ini, termasuk membuka informasi terkait spesifikasi teknis, masa pemeliharaan, serta langkah-langkah yang akan diambil untuk memperbaiki kerusakan.
Pengamat kebijakan publik menilai, kasus ini harus menjadi bahan evaluasi serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang dalam proyek infrastruktur lainnya di Kabupaten Majene.
Infrastruktur Seharusnya Berdampak Jangka Panjang
Pembangunan infrastruktur jalan sejatinya ditujukan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan masalah baru dalam waktu singkat. Jalan yang rusak dini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Kini, masyarakat Rangas menunggu langkah nyata pemerintah daerah dan pihak terkait untuk menjawab keresahan publik serta memastikan anggaran besar yang telah digelontorkan benar-benar memberikan manfaat sebagaimana mestinya.





