Wawasan Mamuju – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem publikasi dan data kelautan-perikanan berbasis digital. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala DKP Sulbar, Suyuti Marzuki, dalam forum koordinasi yang digelar di Kantor DKP Sulbar, Jumat (12/9/2025).
Transformasi Menuju Era Digital
Menurut Suyuti, penguatan publikasi berbasis digital sangat penting agar masyarakat dapat mengakses informasi sektor kelautan dan perikanan secara cepat, akurat, dan transparan.
“Kita harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Semua data dan informasi mengenai potensi, produksi, hingga distribusi hasil kelautan dan perikanan di Sulbar harus terdigitalisasi dan mudah diakses,” ujar Suyuti.
Ia menekankan bahwa digitalisasi bukan hanya soal publikasi, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam pengambilan kebijakan yang berbasis data.
Mendorong Keterbukaan Informasi
Suyuti menambahkan, DKP Sulbar ingin menghadirkan pelayanan publik yang lebih terbuka. Dengan adanya sistem informasi digital, masyarakat, pelaku usaha, hingga akademisi bisa mendapatkan data resmi tanpa hambatan.
“Keterbukaan informasi ini akan mengurangi kesenjangan, menumbuhkan kepercayaan masyarakat, serta memudahkan investor untuk melihat peluang di sektor perikanan dan kelautan,” jelasnya.

Baca juga: Perjuangan Menjadikan Bahasa Mamuju Sebagai Undang-Undang Bahasa Daerah
Dukungan untuk Pelaku UMKM Perikanan
Transformasi digital DKP Sulbar juga diarahkan untuk mendukung pelaku UMKM sektor perikanan. Dengan adanya data dan publikasi digital, para pelaku usaha kecil bisa lebih mudah memasarkan produknya, mengetahui tren harga, hingga membuka akses ke pasar lebih luas.
“Kami ingin UMKM perikanan Sulbar lebih maju dan berdaya saing. Data digital akan membantu mereka memahami peluang sekaligus tantangan pasar,” tutur Suyuti.
Kolaborasi dengan Pusat Data Nasional
DKP Sulbar berencana menjalin kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyelaraskan data. Kolaborasi ini bertujuan agar data yang dipublikasikan tidak hanya lengkap, tetapi juga valid secara nasional.
“Dengan sinkronisasi data, Sulbar bisa lebih diperhitungkan dalam peta nasional sektor kelautan dan perikanan. Ini juga penting untuk memperjuangkan anggaran pusat bagi daerah,” tambahnya.
Harapan ke Depan
Suyuti menegaskan bahwa digitalisasi publikasi dan data akan menjadi salah satu prioritas utama DKP Sulbar pada 2025–2026. Ia optimistis langkah ini akan membawa dampak positif bagi pengelolaan potensi laut Sulbar yang begitu besar.




