Wawasan Majene – Upaya pelestarian bahasa daerah terus digalakkan, termasuk perjuangan masyarakat Mamuju untuk menjadikan Bahasa Mamuju sebagai bahasa daerah yang diakui dan dilindungi melalui regulasi formal, bahkan hingga ke tingkat undang-undang.
Bahasa Daerah yang Mulai Terpinggirkan
Bahasa Mamuju merupakan salah satu identitas budaya Sulawesi Barat yang memiliki kekayaan kosakata dan nilai filosofis. Namun, seiring perkembangan zaman dan dominasi bahasa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, penggunaan Bahasa Mamuju semakin tergerus, khususnya di kalangan generasi muda.
“Anak-anak sekarang lebih banyak berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Kalau tidak kita dorong pelestariannya, Bahasa Mamuju bisa hilang perlahan,” ujar salah satu tokoh adat Mamuju.
Inisiatif Akademisi dan Budayawan
Sejumlah akademisi, budayawan, dan pegiat bahasa di Mamuju sudah lama mendorong agar Bahasa Mamuju mendapat pengakuan formal. Mereka melakukan riset, menyusun kamus, hingga menggelar seminar untuk memperkenalkan nilai penting bahasa daerah ini.
Upaya tersebut kini diarahkan pada penyusunan naskah akademik sebagai dasar hukum agar Bahasa Mamuju dapat masuk dalam Undang-Undang Bahasa Daerah, sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.

Baca juga: Kantor Lurah Dibakar, Warga Kelurahan Sirindu Geram: Pemimpin Tukang Usik Istri Orang
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Mamuju mendukung penuh inisiatif ini. Bupati Mamuju menegaskan bahwa pemerintah akan memfasilitasi berbagai langkah, mulai dari pengumpulan data kebahasaan hingga pembentukan tim khusus yang melibatkan dinas pendidikan, lembaga adat, serta perguruan tinggi.
“Kami ingin Bahasa Mamuju tidak hanya hidup di lingkungan keluarga, tetapi juga hadir di ruang pendidikan, pemerintahan, dan kegiatan resmi. Untuk itu, perlu dasar hukum yang kuat,” ujarnya.
Peran DPRD dan Aspirasi ke Pusat
DPRD Mamuju juga turut berperan dengan menyiapkan rancangan peraturan daerah (Perda) tentang pelestarian bahasa dan budaya lokal. Selain itu, mereka berencana menyampaikan aspirasi ke DPR RI agar Bahasa Mamuju masuk dalam daftar bahasa daerah yang dilindungi melalui undang-undang.
“Bahasa adalah jati diri bangsa. Kami ingin Bahasa Mamuju sejajar dengan bahasa daerah lain di Indonesia yang sudah diakui dan dilindungi negara,” ungkap seorang anggota DPRD.
Harapan Generasi Muda
Gerakan pelestarian bahasa ini juga mulai digemakan oleh komunitas pemuda, salah satunya melalui media sosial. Mereka membuat konten berbahasa Mamuju, menggelar lomba pidato, hingga kursus bahasa daring agar anak muda kembali akrab dengan bahasa ibu mereka.
“Kalau bukan kita yang muda-muda, siapa lagi? Bahasa ini harus diwariskan, bukan ditinggalkan,” kata Dina, mahasiswa asal Mamuju.
Menuju Payung Hukum yang Kuat
Perjuangan panjang ini diharapkan berbuah manis dengan lahirnya regulasi yang memberi payung hukum jelas bagi Bahasa Mamuju. Dengan begitu, bahasa daerah tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Mamuju.





