, , , ,

Ketua Komisi III DPRD Majene: Peran Guri Ujung Tombak Pendidikan

oleh -658 Dilihat

Wawasan Majene — Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Majene menegaskan bahwa guru adalah ujung tombak pendidikan dan memegang peran paling fundamental dalam mempersiapkan generasi masa depan. Hal itu disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Guru Nasional yang digelar di Majene, Senin.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi III memberi apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga pendidik di Majene yang dinilai telah bekerja sepenuh hati meski dihadapkan pada berbagai tantangan, baik dari sisi sarana prasarana, kurikulum, hingga kebutuhan peningkatan kesejahteraan.

Guru Pondasi Utama Kemajuan Daerah

Ketua Komisi III menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat berjalan maksimal tanpa peran dan komitmen guru. Menurutnya, guru bukan sekadar profesi formal, tetapi juga pilar sosial yang membentuk karakter, nilai, dan pola pikir generasi penerus.

“Guru adalah motor penggerak. Keberhasilan pendidikan di Majene tidak terlepas dari dedikasi para guru yang terus berjuang bahkan di daerah terpencil sekalipun,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemajuan daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya, dan kualitas SDM sangat ditentukan oleh pembelajaran yang diberikan oleh para pendidik.

Dorong Pemerataan Fasilitas Pendidikan

Dalam kesempatan tersebut, Komisi III DPRD Majene juga menyoroti pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan, terutama di wilayah kepulauan dan pegunungan yang masih menghadapi keterbatasan.

Menurut Ketua Komisi III, pemerintah daerah harus memastikan para guru dapat mengajar dengan didukung fasilitas yang memadai, seperti ruang kelas yang layak, akses internet, bahan ajar, serta sarana transportasi yang menunjang tugas mereka.

“Kita tidak bisa menuntut guru bekerja maksimal bila sarana pendukungnya terbatas. Pemerintah harus hadir memastikan semua sekolah berada dalam kondisi yang memungkinkan proses belajar berjalan optimal,” tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Majene
Ketua Komisi III DPRD Majene

Baca juga: Majene Peringati HGN dan HUT PGRI ke-80, Bupati Ajak Guru Adaptif di Era Digital

Peningkatan Kesejahteraan Tetap Jadi Perhatian

Isu kesejahteraan guru honorer kembali menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan tersebut. Ketua Komisi III menegaskan bahwa DPRD Majene terus mendorong kebijakan yang berpihak pada guru, khususnya yang berstatus non-ASN.

“Kami memahami beratnya tanggung jawab para guru honorer. Komisi III berkomitmen memperjuangkan peningkatan insentif dan peluang pengangkatan mereka melalui jalur resmi yang tersedia,” katanya.

Ia menambahkan, guru honorer merupakan tulang punggung pendidikan di Majene karena jumlah mereka cukup dominan di berbagai sekolah.

Harapan untuk Guru: Terus Beradaptasi dan Berinovasi

Selain memuji dedikasi tenaga pendidik, Ketua Komisi III juga mengingatkan pentingnya guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan kurikulum nasional.

Dalam era digital, metode mengajar dituntut semakin variatif. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menjadi pembimbing yang mampu mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.

“Anak-anak kita hidup di era serba cepat. Guru harus mengambil peran penting sebagai pembimbing yang inovatif, bukan hanya penyampai informasi,” katanya.

Komitmen DPRD Majene untuk Pembangunan Pendidikan

Menutup rangkaian acara, Ketua Komisi III menegaskan komitmen DPRD Majene dalam mendukung seluruh program pendidikan melalui regulasi, anggaran, dan pengawasan yang tepat sasaran.

Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah, DPRD, sekolah, dan masyarakat terus menguat demi memajukan kualitas pendidikan di Majene.

“Kami ingin memastikan bahwa guru sebagai ujung tombak pendidikan mendapatkan dukungan maksimal. Pendidikan yang berkualitas hanya dapat terwujud jika gurunya mendapatkan perhatian dan penghargaan yang layak,” ujarnya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.