Wawasan Majene – Sejumlah guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Majene mengeluhkan keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi yang seharusnya mereka terima pada triwulan ketiga tahun ini. Keluhan tersebut mencuat di berbagai forum guru dan media sosial, menimbulkan tanda tanya terkait penyebab keterlambatan pencairan dana yang menjadi hak tenaga pendidik tersebut.
Menanggapi hal itu, pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene akhirnya angkat bicara. Melalui operator sertifikasi, Disdikpora memberikan penjelasan resmi mengenai alasan terhambatnya proses pencairan.
Belum Ada Transfer Dana dari Pusat
Operator sertifikasi Disdikpora Majene menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi guru TK bukan disebabkan oleh kelalaian pihak daerah, melainkan karena belum adanya transfer dana dari pemerintah pusat.
“Sampai saat ini dana sertifikasi triwulan ketiga memang belum ditransfer ke kas daerah. Jadi kami belum bisa melakukan pembayaran,” jelas operator Disdikpora Majene saat dikonfirmasi, Rabu (tanggal disesuaikan).
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh berkas administrasi dan data guru penerima, sehingga ketika dana sudah masuk dari pusat, pembayaran dapat segera diproses tanpa penundaan tambahan.
Tunjangan Akan Segera Dibayarkan
Disdikpora Majene memastikan, begitu dana transfer dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diterima, tunjangan sertifikasi guru TK akan langsung dibayarkan.
“Kami mohon agar para guru bersabar. Begitu dana turun, kami langsung salurkan tanpa menunggu lama,” tambahnya.
Operator juga menyebutkan bahwa keterlambatan seperti ini kerap terjadi di beberapa daerah lain, terutama menjelang akhir tahun anggaran, karena adanya proses verifikasi berlapis di tingkat pusat.

baca juga: SMPN 2 Majene Raih Harapan II Nasional di FLS3N 2025
Guru Diharapkan Tetap Fokus Mengajar
Menanggapi keresahan guru, Disdikpora meminta para tenaga pendidik tetap fokus melaksanakan tugas mengajar, sambil menunggu proses pencairan.
“Kami paham, tunjangan ini penting bagi kesejahteraan guru. Tapi kami juga pastikan bahwa hak para guru tidak akan hilang. Semua akan dibayarkan sesuai ketentuan,” ujar operator tersebut.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar para guru tetap rutin memperbarui data kepegawaian dan kehadiran di sistem Dapodik, karena hal tersebut menjadi salah satu acuan utama dalam penyaluran tunjangan sertifikasi.
Evaluasi Sistem Pembayaran
Disdikpora Majene berkomitmen melakukan evaluasi terhadap mekanisme dan komunikasi antarinstansi agar ke depan proses pembayaran tunjangan sertifikasi bisa lebih cepat dan tidak menimbulkan keresahan.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak provinsi dan pusat untuk memperbaiki sistem agar pencairan bisa lebih tepat waktu,” kata perwakilan Disdikpora.
Ia juga mengingatkan bahwa sertifikasi merupakan bentuk penghargaan negara kepada guru yang telah memenuhi standar profesionalisme, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Harapan dari Guru
Salah satu guru TK di Majene berharap agar ke depan pembayaran sertifikasi bisa dilakukan secara terjadwal dan tidak mengalami keterlambatan seperti tahun ini.
“Kami hanya berharap kejelasan dan ketepatan waktu. Sertifikasi ini sangat membantu kami memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkapnya.
Pemerintah Daerah Siap Kawal Hak Guru
Sebagai bentuk perhatian terhadap nasib tenaga pendidik, Disdikpora Majene menegaskan akan terus mengawal hak guru hingga tuntas. Mereka memastikan tidak ada dana yang tertahan di tingkat daerah begitu transfer pusat diterima.
“Kami akan sampaikan update kepada para guru segera setelah dana masuk. Prinsipnya, kami tidak menunda-nunda hak mereka,” tutup operator Disdikpora Majene.
Dengan penjelasan tersebut, diharapkan para guru penerima sertifikasi di Majene dapat memahami situasi yang terjadi dan tetap tenang menunggu proses pencairan resmi dari pemerintah pusat.




