Wawasan Majene – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) turut mendampingi kunjungan kerja Pangdam XXII/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad, di wilayah Mamuju. Kunjungan ini menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkokoh wawasan kebangsaan di Sulbar.
Agenda Kunjungan Pangdam XXII
Pangdam XXII hadir di Sulbar dengan agenda utama meninjau kondisi keamanan, memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. Sejumlah titik strategis menjadi lokasi kunjungan, mulai dari fasilitas pemerintahan hingga wilayah binaan TNI di Mamuju dan sekitarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam juga menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam menghadapi tantangan daerah, baik dari aspek keamanan, politik, maupun sosial kemasyarakatan.
Peran Kesbangpol Sulbar
Kepala Kesbangpol Sulbar menegaskan bahwa pendampingan pihaknya bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun koordinasi dengan aparat pertahanan.
“Kesbangpol sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas politik dan kebangsaan, selalu hadir mendukung setiap agenda strategis yang sejalan dengan kepentingan masyarakat. Pendampingan kepada Pangdam ini adalah bentuk sinergi nyata,” ujarnya.

Baca juga: Kapolda Sulbar Terima Kunjungan Kepala Kanwil DJP Sulselbartra
Sinergi Pemerintah Daerah dan TNI
Kehadiran Pangdam XXII sekaligus memperkuat hubungan erat antara Pemprov Sulbar dan jajaran TNI. Sinergi tersebut dinilai penting dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, termasuk konflik sosial, ancaman bencana, hingga isu strategis pertahanan wilayah perbatasan laut yang berdekatan dengan provinsi tetangga.
Wakil dari Pemprov Sulbar menyampaikan apresiasi atas atensi Pangdam XXII terhadap Sulbar. “Kami percaya, dengan sinergi bersama TNI dan Polri, keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulbar akan semakin terjaga,” ucapnya.
Masyarakat Dilibatkan dalam Stabilitas Daerah
Selain menekankan peran pemerintah daerah, Pangdam XXII juga mengingatkan bahwa stabilitas daerah tidak bisa terwujud tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Sulbar untuk memperkuat persatuan, menolak paham radikalisme, serta menjaga kondusivitas menjelang tahun politik.
“Keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama. Warga harus jadi mitra dalam menjaga kedamaian daerah,” tegas Pangdam.
Harapan ke Depan
Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat pola koordinasi antara TNI, Pemprov Sulbar, dan instansi terkait lainnya. Dengan keterlibatan Kesbangpol, pemerintah optimistis stabilitas politik, keamanan, serta ketertiban umum dapat terus terjaga di Sulbar.





