Wawasan Majene – Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menekankan pentingnya penguatan perencanaan pembangunan dan penetapan target yang lebih terukur dalam pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) SPM yang digelar di Mamuju, Senin (15/9).
Fokus pada Peningkatan Kualitas Layanan Dasar
Kepala Bapperida Sulbar, Muhammad Arifin, menjelaskan bahwa SPM merupakan instrumen penting untuk memastikan terpenuhinya hak dasar masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, ketenteraman, sosial, dan lingkungan hidup. Oleh karena itu, perencanaan yang kuat diperlukan agar target-target yang ditetapkan tidak hanya sekadar angka, tetapi benar-benar terimplementasi di lapangan.
“SPM adalah wajah pelayanan dasar pemerintah. Maka, setiap target yang ditetapkan harus realistis, terukur, dan disertai strategi implementasi yang jelas,” tegas Arifin.
Pentingnya Sinergi Antara OPD
Dalam forum rakor yang dihadiri berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), Arifin menekankan perlunya sinergi lintas sektor. Menurutnya, capaian SPM tidak bisa berdiri sendiri, melainkan membutuhkan keterpaduan perencanaan antar-OPD.
“Kami mendorong adanya integrasi perencanaan antara OPD terkait. Dengan begitu, target SPM tidak hanya dibebankan pada satu instansi, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif,” tambahnya.

Baca juga: Bupati Majene Kawal Ketat Seleksi Jabatan Tinggi Pratama di Makassar
Evaluasi Capaian dan Tantangan
Dalam kesempatan itu, Bapperida juga memaparkan evaluasi capaian SPM di Sulbar pada tahun sebelumnya. Meskipun ada peningkatan pada beberapa indikator, sejumlah tantangan masih ditemukan, di antaranya keterbatasan anggaran, kapasitas SDM, hingga data yang belum sepenuhnya valid.
“Masalah klasik yang sering muncul adalah keterbatasan anggaran dan data yang belum terintegrasi dengan baik. Ini yang harus kita benahi bersama,” kata Arifin.
Dorongan dari Pemerintah Provinsi
Sekretaris Daerah Sulbar, Muhammad Idris, yang turut hadir, memberikan arahan agar seluruh OPD lebih fokus dalam menetapkan target. Menurutnya, penetapan target yang asal-asalan hanya akan menyulitkan pelaksanaan dan merugikan masyarakat.
“Kalau target tidak sesuai dengan kemampuan, akhirnya program tidak berjalan maksimal. Sebaliknya, jika target terlalu rendah, maka kita kehilangan peluang untuk memberikan layanan terbaik. Jadi, keseimbangan dalam perencanaan itu penting,” jelas Idris.
Harapan ke Depan
Rakor SPM ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi standar pelayanan minimal bagi masyarakat Sulbar. Selain itu, Bapperida juga menegaskan akan memperkuat mekanisme monitoring dan evaluasi guna memastikan setiap target benar-benar tercapai.
“Kami ingin agar SPM tidak hanya jadi laporan di atas kertas, tetapi hadir nyata dalam kehidupan masyarakat. Untuk itu, perencanaan yang matang dan target yang jelas adalah kuncinya,” tutup Arifin.





