Majene – Upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, terus dilakukan oleh pemerintah. Hal ini terlihat dari partisipasi Bupati Majene yang mengikuti kegiatan daring bersama Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) dalam rangka Kick Off Cinta Posyandu, Kamis (4/9/2025).
Acara ini diikuti oleh seluruh kabupaten/kota se-Sulbar dengan melibatkan jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga organisasi masyarakat. Program Cinta Posyandu sendiri diinisiasi oleh pemerintah provinsi sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat layanan kesehatan berbasis masyarakat.
Posyandu sebagai Garda Terdepan Kesehatan Masyarakat
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulbar menegaskan bahwa posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Menurutnya, posyandu tidak hanya tempat untuk menimbang balita, tetapi juga pusat edukasi gizi, kesehatan ibu hamil, serta pencegahan stunting.
“Posyandu adalah ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui program Cinta Posyandu, kita ingin meningkatkan partisipasi warga agar posyandu kembali hidup, aktif, dan diminati masyarakat,” ujar Wakil Gubernur.
Komitmen Pemkab Majene
Bupati Majene dalam kesempatan daring tersebut menyampaikan dukungannya terhadap gerakan Cinta Posyandu. Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten siap bersinergi dengan provinsi untuk memperkuat peran kader posyandu, memperbaiki sarana, serta menambah layanan kesehatan yang bisa diakses masyarakat.
“Kami menyadari, masalah kesehatan seperti stunting, gizi buruk, dan kurangnya kesadaran pemeriksaan kehamilan masih menjadi tantangan di Majene. Karena itu, kami menyambut baik Kick Off Cinta Posyandu sebagai momentum untuk membangkitkan kembali semangat kader dan masyarakat,” ungkap Bupati Majene.

Baca juga: Kapolda Sulbar Pimpin Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional ke-42
Peran Kader Posyandu dan Partisipasi Masyarakat
Salah satu fokus utama yang dibahas dalam kegiatan ini adalah peningkatan kapasitas kader posyandu. Kader dinilai sebagai pilar utama yang akan memastikan berjalannya program di lapangan. Pemerintah berencana memberikan pelatihan berkala, dukungan insentif, serta memperkuat jejaring antarposyandu.
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk kembali aktif mendatangi posyandu. Selama ini, sebagian warga cenderung enggan datang karena menganggap posyandu hanya sebatas kegiatan menimbang balita. Dengan adanya program Cinta Posyandu, diharapkan posyandu menjadi pusat pelayanan kesehatan terpadu yang bermanfaat bagi semua kelompok umur.
Upaya Pencegahan Stunting
Dalam diskusi daring, juga dibahas isu stunting yang masih menjadi persoalan di Sulbar, termasuk Majene. Data Dinas Kesehatan menunjukkan, angka stunting masih cukup tinggi dan perlu penanganan lintas sektor. Posyandu menjadi salah satu instrumen penting untuk mengedukasi orang tua mengenai gizi seimbang, pola asuh, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Kalau kita bisa menghidupkan kembali posyandu, maka pencegahan stunting akan lebih mudah dilakukan. Semua harus bergerak bersama, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat,” ujar Wakil Gubernur.
Harapan ke Depan
Kegiatan Kick Off Cinta Posyandu diharapkan bukan hanya seremonial, melainkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di tingkat desa dan kelurahan. Pemerintah provinsi dan kabupaten akan terus bersinergi untuk memberikan pendampingan, fasilitas, dan pengawasan.
Bupati Majene pun berharap, semangat Cinta Posyandu bisa menular ke seluruh lapisan masyarakat. “Kesehatan adalah modal utama pembangunan. Dengan posyandu yang aktif, kita tidak hanya membangun generasi yang sehat, tetapi juga menyiapkan masa depan Majene dan Sulbar yang lebih sejahtera,” pungkasnya.





