, , ,

BPBD Sulbar akan Aktivasi Posko Siaga Darurat

oleh -261 Dilihat

Wawasan Majene – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersiap mengaktifkan Posko Siaga Darurat sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat memasuki musim penghujan. Aktivasi posko ini sekaligus menjadi peringatan agar seluruh kabupaten di Sulbar meningkatkan kewaspadaan.

Antisipasi Potensi Cuaca Ekstrem

BPBD Sulbar menyebutkan bahwa intensitas hujan dengan kategori sedang hingga lebat diperkirakan mulai meningkat dalam waktu dekat. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga gelombang tinggi di wilayah pesisir.

Kepala BPBD Sulbar menegaskan bahwa aktivasi posko merupakan bentuk kesiapsiagaan dini pemerintah daerah agar penanganan darurat dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.

“Kita tidak ingin kejadian bencana datang tiba-tiba tanpa kesiapan. Karena itu, posko siaga darurat akan segera diaktifkan sebagai pusat koordinasi seluruh personel,” ujarnya.

Koordinasi Intens dengan Kabupaten dan Instansi Terkait

BPBD Sulbar telah menjalin komunikasi dengan BPBD di enam kabupaten untuk memperkuat sistem pelaporan dan tanggap darurat. Koordinasi juga dilakukan bersama TNI/Polri, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas PU, dan stakeholder lain untuk memastikan kesiapan logistik serta personel.

Semua pihak diminta menjaga jalur komunikasi tetap terbuka, terutama wilayah rawan seperti Mamuju, Majene, Mamasa, dan Polewali Mandar yang setiap tahun kerap terdampak banjir atau longsor.

“Setiap kabupaten harus punya rencana kontinjensi yang jelas. Begitu posko aktif, semua laporan akan masuk secara real-time untuk percepatan penanganan,” kata pejabat BPBD.

BPBD Sulbar
BPBD Sulbar

Baca juga: Pemdes Bonde Utara Salurkan BLT Tahap IV Untuk 26 KPM

Siapkan Personel, Logistik, dan Peralatan

Di posko siaga darurat ini, BPBD akan menempatkan tim piket 24 jam, memastikan kesiapan alat berat, perahu karet, tenda pengungsian, hingga kebutuhan logistik seperti makanan siap saji dan selimut.

Selain itu, tim TRC (Tim Reaksi Cepat) akan disiagakan di titik-titik rawan sehingga dapat bergerak cepat saat terjadi bencana.

“Kami pastikan logistik tersedia dan peralatan siaga. Tidak boleh ada penundaan ketika masyarakat membutuhkan bantuan,” tegas BPBD Sulbar.

Edukasi Masyarakat Jadi Prioritas

Selain kesiapan internal, BPBD menekankan pentingnya peringatan dan edukasi kepada masyarakat. Wilayah bantaran sungai, lereng bukit, dan daerah rendah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan berlangsung lama.

Masyarakat diminta memperhatikan tanda-tanda pergerakan tanah, potensi banjir bandang, atau angin kencang yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tugas pemerintah, tapi harus melibatkan masyarakat. Kami mengajak warga melapor cepat jika melihat tanda-tanda bahaya,” ujar pihak BPBD.

Aktivasi Posko untuk Minimalkan Risiko

Dengan diaktifkannya Posko Siaga Darurat, Pemprov Sulbar berharap risiko bencana dapat ditekan dan respons di lapangan menjadi lebih cepat. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa koordinasi sejak awal dapat mengurangi dampak kerugian material maupun korban jiwa.

BPBD memastikan posko akan terus berfungsi hingga situasi cuaca kembali stabil dan seluruh daerah dinyatakan aman dari ancaman bencana.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.